12 Makanan Khas Bolivia Favorit Wisatawan

Bolivia adalah sebuah negara yang berada di kawasan Amerika Selatan yang berbatasan langsung dengan Brazil di sebelah utara dan timur. Negara ini juga berbatasan dengan Paraguay dan Argentina di selatan, serta berbatasan dengan negara Chili dan Peru di sisi baratnya.

Tempat wisata di Bolovia juga diminati oleh beberapa wisatawan yang suka dengan tantangan khusus, pasalnya untuk menjangkau Bolivia membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karenanya, tempat wisata di Bolivia terbilang jarang diminati oleh wisatawan dari Asia. Berbeda dengan wisatawan dari Amerika Selatan, karena berbatasan langsung maka untuk menjangkau tempat wisata tersebut sama mudahnya dengan menjangkau tempat wisata di Amerika Selatan, negaranya sendiri.

Kalau anda memiliki kesempatan pergi ke Bolivia, apa yang akan anda lakukan? Belum ada ide? Bagaimana jika kami rekomendasikan untuk mencicipi wisata kuliner, mencoba makanan khas Bolivia.

Berikut daftar makanan di Bolivia untuk anda masukkan ke dalam daftar makanan yang harus dicicpi selama berkunjung ke Bolivia.

1. Salteñas

saltenas

Makanan khas Bolivia pertama yang kami rekomendasikan ialah mencicipi budaya sarapan klasik warga Bolivia dengan saltea. Gaya sarapan ini mirip dengan ketika anda datang ke tempat wisata di Perancis atau di dataran Eropa lainnya, yakni sarapan dengan kue panggang lezat. Saltenas adalah roti panggang yang berisi kacang polong, wortel, kentang dan daging, ini mengingatkan kita dengan makanan khas China yaitu bakpao.

Akan tetapi, tentu saja berbeda. Cara menikmati saltenas ialah dengan ditenggelamkan ke dalam saus yang memiliki cita rasa manis dan pedas. Asal usul kue panggan ini masih belum diketahui sejak kapan ada di Bolivia, hanya saja cerita rakyat mengatakan bahwa dahulu kara datang seorang wanita dari Argentina datang ke Bolivia dan dia mulai membuat kue tersebut yang seterusnya diakui sebagai kue sarapan terbaik di negara Bolivia. Pada ibu setempat mulai memberikan menu ini sebagai sarapan anak-anaknya sampai sekarang.

2. Sajta

sajta

Makanan khas Bolivia selanjutnya ialah Sajta. Makanan ini berupa ayam rebus yang disajikan di atas nasi. Dihias dengan potongan dadu tomat, bawang merah dan chuno. Bagi yang belum tahu chuno, chuno adalah kentang andean yang dibekukan dan kering.

Sebagai wisatawan anda mungkin tidak akan menyukai cita rasa chuno, namun tidak ada salahnya untuk mencicipi sedikit.  Chuno termasuk hidangan tradisional di Bolivia yang kerap dijadikan topping makanan tertentu. Makanan ini dijual di seluruh negeri Bolivia, sebagai wistawan anda bisa menemukannya sebagai jajanan street food.

Bahkan sampai di restoran. Kalau anda datang ke pusat perbalanjaan tradisional tidak akan sulit untuk menemukan chunos, tinggal tanya saja pada pedagang di sana, mereka pasti akan menunjukkannya pada Anda. Tidak perlu takut untuk bertanya, karena sesunguhnya warga Bolivia juga seramah warga di area tempat wisata di San Francisco, mereka ramah.


3. Tucumanas

tucumanas

Makanan khas Bolivia ini mirip dengan saltea. Jika saltea merupakan roti panggang, tucumanas merupakan roti yang digoreng. Cita rasanya tetap manis dan cara makannya bisa dicocolkan dengan berbagai macam jenis saus.

Makanan ini juga biasa disajikan sebagai menu sarapan, dan menariknya untuk wistawan makanan ini dapat dibeli di pusat perbelanjaan manapun, sebab makanan ini djual di berbagai penjuru negara.

Makanan ini juga biasa terlihat di sekitar sajian street food, memungkinkan semua wisatawan bisa mencicipinya ketika datang ke festival. Sambil menikmati pemandangan di Bolivia belilah beberapa tucumanas, kemudian nikmatilah di suatu tempat yang menurut anda cocok untuk menyantap tucumanas.

4. Pique macho

pique-macho

Berikutnya makanan khas Bolivia ialah Pique Macho yang konon menyerupai tumis Andean. Pique Macho merupakan kuliner yang berupa tumpukan daging sapi cincang dengan irisan kentang. Penyajiannya disertai dengan locoto yakni sejenis cabai dan telur rebus kemudian disiram dengan saus tomat, mayones atau mustar.

Keberadaan makanan ini di Bolivia menurut legenda setempat dimulai dari datangnya sekelompok pekerja yang mnegunjungi sebuah restoran yang sudah tutup pada suatu malam. Mereka meminta sesuatu untuk dimakan, namun pemilik sudah enggan untuk memasak makanan yang baru.

Pemilik dengan marah melemparkan semua makanan yang tersisa di panci pada para pekerja itu. makanan-makanan yang dilemparkan isinya bahan-bahan makanan tersebut. Para pekerja yang sudah kelaparan akhirnya menerima perlakuan pemilik restoran tersebut dengan tabah, mereka mengambil makanan yang masih bersih kemudian menyusunnya dan memakannya bersama-sama.

Uniknya dari kejadian yang tidak sengaja tersebut, terciptalah makanan legendaris seperti pique macho tersebut. Sampai kini, makanan ini masih bisa ditemukan di berbagai macam kedai makanan dan tidak hanya para pekerja saja yang menyantap makanan ini. para wisatawan pun banyak yang tertarik untuk mencobanya.

5. Silpancho dan Anticucho

antitucho

Berikutnya ada silpancho dan anticucho. Silpancho sendiri merupakan sajian yang berupa potongan daging sapi yang disajikan di atas nasi. Sajian tersebut ditambahi dengan tomat, bawang, dan kentang potong dadu, serta telur goreng diletakkan di atasnya. Hidangan campur-campur ini biasa disantap oleh para pekerja.

Sedangkan antitucho adalah makanan ringan yang populer di kota. Biasanya makanan ringan ini akan disantap saat larut malam.

Makanan ini berupa hati daging sapi yang ditambah dengan kentang panggang kemudian disiram dengan saus kacang pedas. Makanan ini tidak akan cocok untuk anda yang sedang diet.

6. Sopa de mani dan Chicharrón

Chicharrón

Orang-orang Bolivia memang cukup kreatif untuk menciptakan kuliner. Salah satunya ialah masakan yang berupa sup. Sup yang terkenal ialah soup de mani, yang merupakan sup kacang dikombinasi dengan sayuran, pasta, dan irisan kentang halus. Makanan ini biasa menjadi menu makan siang di Bolivia.

Di samping itu ada juga Chicharron sebagai lauk makan siang. Chicharrón adalah hidangan yang berupa potongan daging sapi, ayam atau babi yang sudah digoreng. Umumnya orang Bolivia akan menambahkan saus yang terbuat dari lemak sebelum disantap.

Untuk wisatawan yang belum pernah menjajal masakan ini, mungkin anda bisa menambahkan saus bernama llajwa. Saus ini terbuat dari tomat, bawang, dan locoto. Dengan menambahkan saus ini, hidangan Chicharron menjadi lebih nikmat untuk disantap. llajwa dapat ditemukan di berbagai restoran di Bolivia karena termasuk menu penambah cita rasa masakan yang utama seperti saus pedas atau sambal di Indonesia.


7. Sandwich de chola dan Sonso

sanduiche_de_chola

Tidak hanya makanan berat, ada juga makanan ringat seperti Sandwich de Chola yang popler di La Paz. Makanan khas Bolivia ini terdiri dari daging babi panggang dan sayuran acar. Makanan ini dibumbui dengan berbagai macam bumbu dan rempah-rempah khas rempah-rempah dari negara tropis.

Sedangkan sonso merupakan cemilan manis yang terbuat dari adonan singkong. Singkong tersebut digoreng di atas minyak dengan kompor listrik. Kentang dicampur terlebih dahulu dengan keju, telur, dan mentega. Resep masakan ini awalnya berasal dari dataran rendah tropis, namun kemudian meluas sampai ke seluruh negara Bolivia dan menjadi jajanan khas Bolivia yang digemari semua umur.

Rekomendasi Makanan Khas Bolivia

Daftar di atas saja mungkin kurang memuaskan untuk anda, masih banyak lagi makanan khas Bolivia yang dapat anda cicipi. Baik yang berada di street food maupun yang berada di restoran mahal. Nah, berikut ini merupakan rekomendasi tambahan makanan khas Bolivia yang harus anda cicipi.

  • Trout
  • salad
  • Fricase
  • Ají de fideo atau mie pedas
  • Mondongo

Demikian pemaparan tentang makanan khas Bolivia, semoga anda berkenan dan dapat memutuskan jenis makanan seperti apa yang ingin anda cicipi sebelum tiba di Bolivia.

, , , , ,
Post Date: Friday 26th, October 2018 / 09:15 Oleh :
Kategori : Bolivia