6 Oleh-Oleh Khas Kyoto Terpopuler Favorit Wisatawan

Kyoto merupakan salah satu kawasan metropolitan di Jepang yang sangat menarik. Wilayah yang sempat menjadi ibu kota kekaisaran Jepang pada masanya ini, telah menyimpan berbagai kisah sejarah ribuan tahun silam. Hal tersebut dapat dilihat melalui banyaknya jumlah kuil Shinto dan Buddha yang tersebar di penjuru kota.

Sehingga pantas jika Kyoto dijuluki sebagai “Kota 1000 Kuil”. Kabarnya terdapat sekitar 400 kuil Shinto dan 1600 kuil Buddha di kota ini. Selain kuil, Kyoto juga terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah. Daerah ini kerap kali menjadi destinasi favorit wisatawan pada musim semi dimana bunga sakura bermekaran dan musim gugur dimana daun-daun berubah warna menjadi coklat, oranye, merah, dan kuning.

Di kota ini Anda juga dapat menikmati wisata kuliner yang luar biasa. Kekayaan kuliner di kota cantik ini memang tidak dapat diragukan dan hidangannya seringkali dikenal sebagai masakan terbaik di Jepang. Untuk menikmati kelezatan kuliner Kyoto Anda dapat berkunjung ke salah satu tempat belanja murah di Kyoto yang populer, yaitu Nishiki Market.

Lebih lanjut, kota ini menawarkan wisata belanja yang seru dan menyenangkan. Bukan hanya makanan, Anda juga bisa memperoleh berbagai souvenir unik di sini. Berikut oleh-oleh khas Kyoto favorit wistawan yang dapat Anda bawa pulang ke negara asal:

  1. Keramik Kiyomizu

Keramik Kiyomizu

Kyoto telah menjadi pusat upacara kesenian minum teh di Jepang, sehingga mayoritas penduduknya menyukai seni pembuatan tembikar. Tembikar sendiri merupakan salah satu elemen yang dibutuhkan selama upacara berlangsung.

Di kota ini terdapat pembuatan tembikar populer yang juga sering dijadikan souvenir, diantaranya adalah tembikar atau keramik Kiyomizu. Keramik ini merupakan keramik yang dibuat di daerah Gojozaka di sepanjang jalan menuju salah satu tempat wisata Kyoto yang indah, yaitu Kuil Kiyomizu.

Keramik-keramik ini dibuat secara manual oleh para seniman. Originalitas dan keunikannya membuat para wisatawan lokal dan mancanegara sangat menggemari koleksi keramik ini.

Keramik Kiyomizu mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  • Terbuat dari tanah liat
  • Lapisan berwarna vivid dan mengandung kaca dalam persentase tinggi yang ditembakkan pada suhu rendah
  • Pertama kali dibuat sejak abad ke-17

Barang-barang keramik yang dijual meliputi mangkuk, piring, cawan, kendi, vas, teko, dan lain sebagainya. Harga dari benda ini bervariasi mulai dari yang mahal hingga yang terjangkau. Jika Anda berminat terhadap kesenian tembikar, keramik Kiyomizu dapat mempercantik koleksi perlengkapan makan Anda.


  1. Tsuge Gushi

Tsuge Gushi

Tsuge Gushi atau sisir boxwood tradisional merupakan salah satu karya kerajinan tangan kebanggaan Jepang, khususnya Kyoto dimana terdapat banyak geiko yang menggunakan sisir ini.

Benda ini termasuk barang seni yang unik dan cantik. Beberapa sisir memiliki ukiran yang indah dan bentuk yang tidak biasa.

Banyak orang Jepang yang percaya bahwa menggunakan sisir ini dapat membantu merawat rambut lebih baik dibandingkan dengan menggunakan sisir biasa.

Berikut beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan saat memakai sisir ini:

  • Mengurangi jumlah rambut rontok
  • Baik untuk perawatan kulit kepala
  • Mempercantik rambut karena tidak ada listrik statis yang muncul saat memakai sisir

Selain keuntungan tersebut, benda ini terkenal sangat awet karena dapat bertahan hingga puluhan tahun dan dibuat dari bahan dasar yang spesial. Boxwood yang digunakan untuk membuat sisir merupakan jenis kayu langka yang sering digunakan untuk membuat segel kekaisaran, alat musik, dan shogi. Kayu tersebut mudah dibentuk, tidak gampang retak, dan mudah untuk dilukis. Oleh-oleh khas Kyoto yang satu ini adalah benda yang sangat cocok dibawa pulang ke negara asal sebagai cenderamata mewah.

  1. Sabun Matcha

Sabun Matcha

Siapa yang tidak kenal matcha? Produk ini telah sering dijadikan oleh-oleh makanan khas Jepang yang digemari wisatawan. Matcha adalah bubuk teh hijau yang sangat populer di Negeri Matahari Terbit, terlebih di Kyoto.

Daerah Kansai ini memang terkenal dengan produk tehnya, sehingga tak heran jika terdapat banyak produk matcha di sana. Salah satu produk bubuk teh hijau yang banyak digemari adalah sabun matcha. Sabun ini menjadi salah satu produk kecantikan unggulan di Kyoto.

Sabun dari matcha baik untuk detoksifikasi pada tubuh dan bagus untuk kulit sensitif, bayi, dan orang-orang lanjut usia. Hal tersebut karena sabun dibuat dari 100% bahan-bahan alami.

Selain itu, sabun ini memiliki efek menenangkan bagi penggunanya dan mengandung anti-bakteri serta antioksidan yang baik untuk kesehatan sel kulit. Oleh karena itu sabun matcha tidak hanya mampu membersihkan dan mempercantik, tapi juga melindungi kulit.

Anda bisa mendapatkan sabun ini di Area Uji di Kyoto. Area tersebut memang terkenal dengan produk-produk matcha dan teh hijaunya. Selain sabun, produk lain seperti minuman segar, makanan, serta berbagai produk kecantikan yang terbuat dari matcha dapat Anda temukan di sana.

  1. Yukata

Yukata

Istilah yukata dan kimono tidak lagi asing saat kita membicarakan mengenai Negeri Sakura. Yukata adalah pakaian tradisional Jepang yang dibuat dari kain katun tipis dan biasa dipakai saat musim panas.

Meskipun pakaian ini cenderung digunakan secara musiman, namun tak jarang Anda dapat menemukannya dipakai sehari-hari, terlebih di Kyoto. Di kota ini Anda akan sering menjumpai perempuan Jepang berjalan-jalan menggunakan yukata.

Maka jangan heran jika banyak tempat rental yukata di sana. Hal tersebut tentunya akan lebih menarik apabila pakaian cantik ini dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Kyoto dan bukan sekedar dipinjam saja.

Tidak semua tempat belanja di Jepang menyediakan yukata sepanjang musim, namun di Kyoto Anda bisa mendapatkannya di Kyoto Tower atau pertokoan wisata lainnya. Di kota ini Anda dapat membeli yukata dengan motif dan warna yang beragam. Harga yukata berkisar antara 300 ribu hingga 2 juta rupiah. Harga ini jauh lebih murah daripada harga jual kimono. Anda juga dapat membeli yukata di toko secondhand atau toko koleksi barang antik untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

  1. Gantungan Kunci Gerbang Torii

Gantungan Kunci Gerbang Torii

Kuil Fushimi Inari Taisha atau Kuil 1000 Gerbang adalah salah satu tempat wisata gratis di Kyoto yang sangat terkenal. Kuil ini dapat dikatakan sebagai a must see place saat Anda mengunjungi Kyoto.

Landmark terkenal dari tempat ini adalah lorong berisikan sekitar 10.000 gerbang torii berwarna merah-oranye yang biasa disebut senbantorii. Gerbang-gerbang yang berjejer rapi ini telah memikat hati para traveler lokal dan mancanegara untuk menyaksikan keindahannya.

Sebagai landmark penting dari kuil, gerbang torii tersebut dibuat dalam bentuk miniatur untuk dijadikan sebagai souvenir. Miniatur torii tersebut ada yang berupa pajangan dan gantungan kunci.

Anda dapat menemukan gantungan kunci gerbang torii di kawasan belanja di sekitar kuil. Selain gantungan kunci Anda juga dapat membeli makanan dan snack lezat khas Kyoto. Beberapa restoran yang dapat Anda kunjungi adalah Nezameya, Inafuku, dan Hegyokudo. Di Hegyokudo Anda bisa menikmati kue berbentuk rubah yang unik.


  1. Washi

Washi

Washi adalah kertas yang diproduksi dengan metode tradisional Jepang. Oleh-oleh khas Kyoto yang satu ini memiliki serat yang lebih panjang dari kertas biasa sehingga dapat dibuat lebih tipis, namun tidak cepat lusuh dan robek.

Selain sebagai kertas, washi juga dapat di pakai untuk bahan produksi patung Buddha, alas sashimi dalam kemasan, bahan persiapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan produksi seni kerajinan tangan.

Bagi Anda yang menyukai seni handcrafting, oleh-oleh khas Jepang yang satu ini mempunyai warna dan corak yang menarik sehingga dapat dijadikan koleksi bahan handcraft favorit Anda.

Di Kyoto terdapat dua toko yang menyediakan washi dalam berbagai varian, yaitu Morita Washi dan Kamiji Kakimoto. Kedua toko ini memang terkenal sebagai toko kertas yang menjual peralatan seni dan barang unik. Anda bisa menemukan inspirasi untuk proyek seni Anda di toko ini.

, , ,
Post Date: Monday 13th, August 2018 / 04:59 Oleh :
Kategori : Jepang